HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Lubuk Tampuruang Masih "Perawan Tingting"

By On January 11, 2016

Lubuk Tampuruang Masih "Perawan Tingting"
Lubuk Tampuruang. 
PADANG, AT --- Mungkin tak banyak orang yang mengetahui keberadaan pemandian air terjun Lubuk Tampurung. Tempat pemandian yang memiliki sejuta kenangan bagi Anak Nagari Pauh IX dan warga Kuranji lainnya.

Sebut sajalah Jamal, pengusaha ayam potong asal Kuranji ini mengaku, jika pulang ke Kuranji dirinya selalu menyempatkan diri mengunjungi pemandian air terjun Lubuk Tampurung. Lubuk Tampurung bagi Jamal adalah tempat mengenang masa silam, saat dirinya jatuh cinta dengan seorang gadis pujaan hati, dan disanalah ikrar kesetian sehidup semati dia nyatakan kepada mantan pacar yang sekarang menjadi ibu bagi anak-anaknya.

Walau setiap tahun Jamal berkunjung ke pemandian Lubuk Tampuruang, tetapi tak banyak yang berobah pada air terjun. Asli dan masih perawan tingting, belum ada sentuhan tangan Pemerinatah Kota Padang atau Provinsi Sumatera Barat atau investor. Entah daerah itu masuk peta Kota Padang atau tidak, tak tahu pulalah awak.

Terletak tak jauh dari Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, potensi air terjun Lubuk Tampuruang belum terolah dengan maksimal. Kampung Guo terletak di Kelurahan Kuranji, kampung yang memilki 6 RW dan 3 RT ini di huni sekitar 1.224 jiwa. Terdiri dari 501 pria dan 723 wanita. Mayoritas mata pencarian masyarakat disini hidup bertani. Kampung Guo memiliki pemandangan yang indah. Kampung yang terletak jauh dari keramaian ini menyimpan potensi sumber daya alam yang menjanjikan. Mulai dari sektor pertanian, sumber air bersih, perkebunan, hasil hutan dan objek wisata.

Lokasi pemandian di perbukitan ini betul-betul alami masih perawan. Belum tercemar tangan-tangan serakah manusia. Lubuk Tempurung persis berada di puncak bukit. Walau begitu, bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua. Akses menuju lokasi masih jalan tanah dan belum beraspal.

Disisi kiri, terhampar gugusan perbukitan. Pohon-pohon rindang melambai mengikuti arah angin. Banyak jenis pohon berukuran besar disepanjang jalan.
Bagi yang hobi olahraga trekking atau berpetualang, menuju lokasi Lubuk Tempurung sungguh mengasikkan. Apalagi ditempuh dengan sepeda gunung, banyak rintangan yang bisa memacu andrenalin mesti dilalui.

Di puncak bukit, disambut hawa sejuk matapun dimanjakan pemandangan air terjun diatas bukit. Airnya jernih dan dingin. Rasa lelah seakan langung terobati dengan indahnya panorama bukit dan dinginnya air terjun.

Sejauh mata memandang lokasi pemandian Lubuk Tempurung dikelilingi oleh gugusan perbukitan. Kicau suara burung dan binatang hutan lainya semakin menguatkan kesan kealamian hutan.

Suaranya sahut menyahut mendendangkan lagu alam. Disudut lain monyet-monyet melompat dari satu dahan ke dahan lain. Petualalangan itu tak lengkap bila tidak menceburkan tubuh kedalam lubuk. Objek wisata ini belum banyak yang tahu, apalagi digarap pemerintah kota. Jika saja di kelola serius, mampu menggerakkan ekonomi rakyat setempat. (by)

Berlibur ke Padang, Jangan Lupa Cicipi Sate Pauh Anton

By On January 11, 2016

Berlibur ke Padang, Jangan Lupa Cicipi Sate Pauh Anton
Sate Anton. 
PADANG, AT --- Kota Padang memiliki sejuta pesona. Tak hanya pantai, tetapi juga keindahan alamnya. Perbukitan yang menghijau dan hamparan sawah di kaki bukit.

Pantai Padang merupakan icon wisata Ranah Bingkuang. Jika Anda bosan berkunjung ke Pantai Padang, masih ada pantai Pasie Jambak, dan Pantai Aia Manih dengan legenda Batu Malin Kundangnya.

Bagi Anda pengemar wisata agro, maka pilihan yang tepat adalah Lubuk Minturun. Disana Anda akan disuguhi kebun bunga beragam jenis. Anda juga dapat membeli bunga kesukaan Anda.

Lubuk Tampuruang cukup menarik untuk Anda kunjungi. Terletak di atas Bukit Guo, Kuranji. Menjelang ke lokasi Anda akan disuguhi persawahan yang luas dan bukit nan menghijau. Bagi Anda pengemar sepeda gunung, lokasi ini cocok sekali.

Di Pauh, Anda dapat berkunjung ke Sikayan Balumuik. Air terjun tiga tingkat dengan air yang hijau.

Lapar...!!! Anda dapat berkunjung ke Pasar Baru Pauh. Saatnya Anda berwisata kuliner. Tersedia makanan dengan masakan beraneka ragam. Di Pauh, yang paling terkenal itu adalah goreng Puyu dan Baluik. Dua masakan tradisional Pauh yang kelezatannya tiada duanya.

Sate Pauh juga memiliki cita rasa tersendiri. Sate Pauh Anton sangat terkenal di daerah itu. Harga perporsi pun tak terlalu mahal. Untuk satu porsi cukup Anda merogoh kocek Rp12 ribu. Paling enak, menikmati Sate Pauh dengan teh Pauh dengan racikan tradisional dan cita rasa tinggi. (Fit)

Pulau Pagang, Berpasir Putih Nan Indah Menggoda

By On January 11, 2016

Pulau Pagang, Berpasir Putih Nan Indah Menggoda
Latif Coga ketika berkunjung ke Pulau Pagang. 
PADANG, AT --- Ranah Minang tidak hanya terkenal akan wisata kulinernya saja. Ada juga wisata pantai dan pulau, salah satu yang mempesona yaitu Pulau Pagang. Pulau indah berpasir putih perawan yang sungguh menggoda.

Pulau Pagang terletak di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Lokasinya tak jauh dari Pulau Sikuai yang cukup familiar di kalangan para traveller.

Pulau Pagang sendiri dapat dicapai melalui jalan darat dan dilanjutkan dengan perahu penyeberangan dari Pelabuhan Bungus di Padang. Lokasi penyeberangan bukan tepat di Pelabuhan Bungus, akan tetapi di sebuah wisma yang menyediakan paket tur ke Pagang.

Wisma-wisma tersebut dikelola oleh masyarakat lokal yang menyediakan speed boat, life jacket, snorkel mask dan juga makan siang sebagai paket berkunjung ke Pulau Pagang. Kalau Anda ingin menginap di Pagang juga bisa dengan terlebih dulu memesan kepada pengelola.

Di tengah perjalanan, Anda akan melihat Pulau Sikuai. Sayang, pulau yang sering digadang-gadang oleh para traveler lokal ternyata sangat sepi.

Sesampai di Pulang Pagang, Anda akan menikmati suasana yang dahsyat! Airnya oke banget. Biru dan jernih. Pasirnya putih dan pemandangannya bagus.

Anda dapat bermain di pasir dan  berjalan-jalan menikmati pemandangan di Pulau Pagang sambil berfoto bersama pacar dan teman atau keluarga.

Oh iya, pertimbangan lainnya buat Anda yang ingin ke Pagang adalah fasilitasnya yang amat terbatas. Belum ada akomodasi yang memadai seperti layaknya resort lainnya di Indonesia. Sebaiknya, kalau Anda ingin menginap di Pagang, bawa saja bivak atau tenda, bahan makanan plus alat-alat masak pribadi.

Di Pagang sendiri cuma ada warung yang sangat sederhana dan Anda harus pesan terlebih dahulu sebelum sampai di Pulau Pagang. (kmk)

Netizen Dukung Pembongkaran Pedagang di Pantai Padang

By On January 11, 2016

Netizen Dukung Pembongkaran Pedagang di Pantai Padang
Pengunjung Pantai Padang. 
PADANG, AT --- Rencana Pemerintah Kota Padang untuk membenahi Pantai Padang mendapat dukungan dari banyak pihak. Pembersihan pedagang di sepanjang batu grip dianggap hal yang benar dan harus dilakukan demi kebersihan dan keindahan Pantai Padang.

Dukungan tersebut antara lain juga datang dari para Netizen (pengguna internet). Banjir dukungan dari Netizen terlihat di laman facebook Humas dan Protokol Kota Padang yang hampir selalu memberitakan hal tersebut.

Seperti pada berita berjudul “Pantai Padang Berbenah, Pedagang Ditenggat 15 Januari” yang diposting pada 10 Januari lalu. Hingga Senin (11/1) pukul 10.00 Wib, sebanyak 12.225 Netizen melihat dan membaca postingan tersebut. 230 Netizen menyukai berita tersebut, dan 60 Netizen ikut mengomentari postingan itu.

Seperti dikutip dari ungkapan salah satu Netizen, Vendi Chaniago. Netizen ini menegaskan bahwa Pantai Padang bukan milik segelintir orang, akan tetapi milik masyarakat banyak.

"Pantai Padang bukan milik pedagang saja, tapi milik semua warga masyarakat. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mau ditertibkan, ayo uda /uni pedagang Pantai Padang, mari belajar dengan Bali dan Lombok, patut dicontoh…Pariwisata maju duit pun datang,” sebutnya.

Budi Satria Muchlis juga ikut bercuit di laman facebook tersebut. Budi membayangkan bagaimana indahnya Pantai Padang setelah bebas dari pedagang.

“Udah kebayang nanti akan semakin bersih semakin indah. Bisa nyantai sore2. Kuliner teratur, fasilitas lengkap, ada lagi Taman Budaya. Langsung pemandangan laut,” ujarnya. Dipenghujung komentarnya, Budi Satria Muchlis juga memberi hastag#PadangBeachCity.

Dukungan juga diberikan Netizen kepada Pemko Padang beserta jajaran kerjanya. Seperti diutarakan Dadang Bagus Sudiro.

"Salut untuk Pemerintah Padang dan jajaran aparatnya.. sebelum di pindah, pkl diberi alternatif tempat dagang.. dan pantai bersih.. bisa buat foto2x..” tulisnya.

Sebelumnya, pada 7 Januari lalu, facebook Humas dan Protokol Kota Padang juga memposting berita terkait penertiban pedagang di Pantai Padang. Berita berjudul “Sterilkan Batu Grip, Pemko Jembatani Penempatan Pedagang” dilihat 1.612 netizen dan disukai 61 netizen. 11 netizen ikut mengomentari postingan tersebut. Pada postingan ini umumnya netizen mendukung rencana Pemko Padang.

“Asik… bakalan keren banget nie Padang. Jarang jarang ada kota besar di Indonesia yg menghadap lansung ke samudera dan punya pantai alami. Tinggal ngadain arena water sport dan kolam air laut, maka orang akan berduyun duyun ke Pantai Padang,” tulis Maharajo Alif.

Berita lain yang diposting Humas dan Protokol Kota Padang di fanspage facebooknya berjudul “Batu Grip di Pantai Padang Disterilkan dari Pedagang” juga mendapat perhatian dari sejumlah netizen. Berita yang diposting pada 5 Januari itu dilihat 8.868 netizen. 181 netizen menyukai dan 25 netizen ikut mengomentari postingan itu.

Seperti yang ditulis Noviar Espana. Netizen satu ini sudah melihat banyak perubahan di Kota Padang. Bahkan dia menilai Padang sebagai “Kota Tiga Berlian”.

"Saya menjuluki kota Padang, kota Tiga Berlian, ada bukit menghijau, laut dan langit membiru, lengkap deh dan pemerintah sekarang harus lebih berpacu lagi dg daerah lain, sekarang udah Nampak perubahan Destinasi Wisata Padang, biar pelan tapi pasti, ayo lanjutkan.. kerja..kerja..kerja…trim aku cinta Padang,” cuitnya.

Amril Manan menuliskan dukungan pembenahan Pantai Padang yang menurutnya harus sejalan dengan pengelolaan yang baik.

"Kita setuju sekali adanyaooo pembenahan pantai padang sebagaimana yg direncanakan….jangan biarkan pedagang merusak keindahan…kita atur dan kelola dg baik…” katanya.

Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Padang, Mursalim saat dikonfirmasi, Senin(11/1) menuturkan, ungkapan yang ditulis para netizen di laman facebook Humas dan Protokol Kota Padang merupakan bentuk ungkapan keinginan sejumlah masyarakat agar Pantai Padang benar-benar tertata dan dapat dinikmati dengan leluasa oleh pengunjung. Apalagi Pantai Padang merupakan salah satu destinasi wisata milik Padang yang patut untuk dijaga, dirawat dan dikelola dengan baik. (Charlie)

Wako "Tergoda" Aia Pincuran Tujuh Tingkek

By On January 10, 2016

Wako "Tergoda" Aia Pincuran Tujuh Tingkek
Wako "Tergoda" Aia Pincuran Tujuh Tingkek. 
PADANG, AT --- Setelah penat bersepeda mengitari ruas jalan di Kota Padang, Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo dan rombongan menuju objek wisata Aia Pincuran Tujuh Tingkek di Kelurahan Banda Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (9/1) siang. Di sini Walikota mandi-mandi bersama dan terlihat begitu gembira.

Untuk mencapai objek wisata Aia Pincuran Tujuh Tingkek ini tidaklah mudah. Usai turun dari sepeda, dari jalan tembus menuju Solok ini Walikota menaiki bukit menuju lokasi objek wisata tersebut. Jalur terjal dilalui.

Jarak dari jalan menuju lokasi wisata yang berada di lereng perbukitan diestimasi sekitar dua kilometer. Walikota dan rombongan harus menempuh jalan setapak dengan medan yang curam. Tidak saja melewati jalan tanah, akan tetapi juga melewati bebatuan besar sebagai pijakan.

Sekitar satu jam perjalanan, Walikota dan rombongan sampai di lokasi. Aia Pincuran Tujuh Tingkek terlihat jernih. Airnya yang begitu sejuk mengundang Walikota untuk merasakannya. Apalagi penat bersepeda dan mendaki membuat tubuh penuh keringat dan cukup panas. Tanpa ragu, Walikota langsung meloncat ke dalam air dan membiarkan dirinya dihantam air terjun yang cukup sejuk.

Walikota Padang mengatakan, Kota Padang memiliki banyak potensi wisata. Untuk objek wisata air terjun, cukup banyak dijumpai di perbukitan mulai dari Koto Tangah hingga Bungus.

“Ini (air terjun) terjadi secara alamiah, hutan yang ada menahan air dan melepaskannya ke sungai, sehingga banyak air terjun. Saya rasa ini menyenangkan, semua rasa lelah hilang di sini,” kata Mahyeldi.

Walikota menyebut, objek wisata Aia Pincuran Tujuh Tingkek ini cukup luar biasa. Nantinya objek ini akan dikembangkan secara optimal. Sehingga nantinya pengunjung yang ingin datang tidak diperbolehkan untuk membawa kendaraan hingga ke lokasi, akan tetapi memarkirkan kendaraan di jalan utama dan tracking (berjalan kaki) menuju objek wisata.

“Di sini bisa dipadukan antara olahraga dengan wisata, nanti yang perlu kita benahi yakni jalur menuju lokasi. Kita akan buat tangga nantinya,” ungkap Walikota dibenarkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Kota Padang Medi Iswandi dan Kabag Humas dan Protokol Mursalim.

Terkait pengawasan objek wisata, Pemerintah Kota Padang akan melibatkan masyarakat setempat. Karena Pemko Padang memiliki konsep, apapun yang dilakukan Pemko, masyarakat akan menjadi bagian terintegrasi dengan kegiatan yang dilakukan.

“Selama ini kita selalu melibatkan masyarakat di objek wisata seperti membentuk BPOW dan lainnya. Dengan adanya objek wisata ini masyarakat akan diuntungkan karena mereka yang mengawasi. Makanya kita sinergikan, apapun agenda pemerintahan, masyarakat menjadi bagian yang menikmati,” papar Mahyeldi.

Puas mandi-mandi bersama komunitas ‘Gowes Lapau Sutan’ dan Surau TV, Walikota kemudian keluar dari air. Walikota lantas memungut sampah yang berserakan di lokasi wisata. Ini sebagai bentuk kepedulian dan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di tempat-tempat wisata. (Charlie / Yurizal)

Contact Form

Name

Email *

Message *