HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Enam Kesebelasan Ditargetkan Mengikuti Piala Walikota Padang 2016

By On January 11, 2016

Enam Kesebelasan Ditargetkan Mengikuti Piala Walikota Padang 2016
Piala Walikota Padang 2016. 
PADANG, AT --- Enam tim kesebelasan sepak bola ditargetkan akan mengikuti turnamen Piala Walikota Padang. Menurut Suardi Junir, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, keenam tim kesebelasan tersebut adalah PSP, Semen Padang FC, Gresik United, Surabaya United, PS TNI dan Persib Bandung.

"Namun, baru lima tim kesebelasan yang memastikan kepada kita, yaitu PSP, Semen Padang FC, Gresik United, Surabaya United, dan PS TNI. Mereka menyatakan diri akan mengikuti turnamen ini," ungkap Suardi ketika ditemui di ruangan kerjanya, Senen (11/1/2016).

Ketika ditanya, kepastian ikutnya Persib Bandung berlaga di ajang bergengsi di Kota Padang tersebut, Suardi Junir mengatakan, pihak Persib Bandung belum bisa memastikan. Untuk itu, pada tanggal 13 Januari 2016, dirinya akan mendampingi Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah ke Kota Bandung menemui Walikota Bandung Ridwan Kamil.

"Kita akan coba bersilaturahmi dengan Walikota Bandung. Kita akan lakukan lobi, agar Persib Bandung bisa ikut. Apatah lagi, tahun kemaren Piala Bergilir Walikota Padang diboyong oleh Persib Bandung," ungkapnya.

Selain itu, terang Suardi lagi, ada dua kota yang ingin mengikuti turnamen Piala Walikota Padang 2016 ini, yaitu Solo dan Medan. Solo dengan Solo Unitednya, sedangkan Medan dengan PSMS Medannya.

"Kita masih mengkaji kemungkinan mereka ikut. Kalau keinginan Bapak Walikota mereka diikutkan, namun tentu harus dipertimbangkan dengan matang," cakapnya. (by)

SPFC Ditekuk PBFC, Mahyeldi: Panitia Perlu Evaluasi Wasit!

By On January 11, 2016

SPFC Ditekuk PBFC, Mahyeldi: Panitia Perlu Evaluasi Wasit!
Walikota Nonton Bareng. 
PADANG, AT --- Semen Padang FC (SPFC) akhirnya takluk di tangan Pusamania Borneo FC (PBFC) dengan skor 0-2 pada leg pertama semifinal Piala Jenderal Sudirman (PJS), Minggu (10/1). Banyak kalangan menilai, kekalahan SPFC karena "dicurangi" wasit.

Bermain di depan publiknya sendiri, PBFC tampil sedikit lebih dominan. Namun itu tak berarti SPFC tidak punya peluang. Setidaknya, sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol oleh anak asuh Nil Maizar.

Ditambah lagi kepemimpinan wasit Thoriq Alkatiri pada malam itu kurang adil. Terlihat dalam pertandingan itu sejumlah keputusannya sering mengundang kontroversi sehingga membuat emosi pemain SPFC ikut terpancing.

Walikota Padang yang juga Ketua Umum PSP Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo menilai, wasit yang memimpin pertandingan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pengadil di lapangan. Hal itu terlihat jelas dengan banyaknya keputusan wasit yang justru memihak.

"Ketika seharusnya offside, justru tidak offside. Ada juga pemain yang dikasari hingga berdarah, tetapi wasit tidak mengambil keputusan apapun. Saya saja yang nggak ngerti bola dengan perasaan saja kita bisa merasakan. Jadi, untuk pertandingan ini panitia perlu mengevaluasi wasit!" tegas Mahyeldi usai nonton bareng semifinal PJS di RTH Imambonjol, Padang.

Dikatakan Mahyeldi, sikap wasit seperti ini justru akan melemahkan optimisme dalam berolahraga. "Wasit itu kan harus berada di tengah-tengah," ujar Walikota yang gemar sepakbola ini.

Wasit Thoriq Alkatiri yang memimpin pertandingan antara PBFC melawan SPFC merupakan wasit berbanderol wasit terbaik di Indonesia. Malam itu Thoriq terlihat acap merugikan SPFC. Beberapa pemain SPFC mengkoleksi kartu kuning, termasuk satu kartu merah yang didapat pemain tengah SPFC, Vendry Mofu.

Mental anak-anak "Bukit Indarung" serta merta runtuh setelah PBFC mendapat "penalti siluman" dari wasit. Penyerang PBFC, Herman Dzumafo yang terjatuh di kotak penalti dianggap pelanggaran oleh wasit. Hengky Ardiles mendapat kartu kuning karena menurut kacamata wasit telah mengganggu pergerakan Herman Dzumafo.

Dalam tayangan ulang di televisi terlihat jelas Herman Dzumafo sengaja menjatuhkan diri sambil mengaitkan kakinya ke Hengky Ardiles. Namun sayangnya, keputusan wasit tak bisa diganggu gugat.

Mental pemain SPFC semakin runtuh setelah Vendry Mofu diganjar kartu kuning kedua. Padahal ketika itu Mofu jelas-jelas hanya melakukan body charge dengan seorang pemain PBFC. Namun wasit berkeputusan lain.

Gol kedua PBFC terjadi di masa injury time. Hasil ini membuat SPFC harus pulang dengan hasil minor. Walikota Padang berpendapat, SPFC masih punya peluang untuk lolos ke babak final dengan catatan manpu unggul tiga gol tanpa balas saat bermain di leg kedua yang akan dimainkan di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (16/1) depan. SPFC diyakini akan tampil habis-habisan di depan publiknya sendiri. "Semen Padang masih punya peluang untuk lolos, kita harapkan dukungan seluruh penonton nantinya," pungkas Mahyeldi.(Charlie)

Pembenahan Stadion H Agus Salim Selesai 13 Januari 2016

By On January 10, 2016

Pembenahan Stadion H Agus Salim Selesai 13 Januari 2016
Pembenahan GOR H Agus Salim. 
PADANG, AT --- Pertandingan kedua semifinal Piala Jenderal Sudirman (PJS) yang mempertemukan Semen Padang FC (SPFC) dengan Pusamania Borneo FC akan dihelat di Stadion H. Agus Salim (HAS) Padang. Pertandingan tersebut digelar Sabtu (16/1).

Sebagai tuanrumah, SPFC tentu tak ingin malu. Segala persiapan dilakukan, termasuk stadion HAS tempat dilangsungkannya pertandingan.

"Hingga kini stadion masih dalam pembenahan," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Padang, Suardi, Jumat (8/1).

Pantauan di Stadion HAS tersebut, lapangan hijau sudah disterilkan. Di tiap sisi dan sudut lapangan terpancang kayu dengan tali yang membentang dari ujung ke ujung lapangan. Ini dimaksudkan agar pengguna stadion tidak masuk ke dalam lapangan.

"Lapangan kita sterilkan karena rumput sudah diberi pupuk," jelas Suardi.

Suardi mengatakan pembenahan stadion tidak saja di lapangan rumput, akan tetapi meliputi seluruh stadion. Diantaranya seperti tribun penonton, pagar pembatas tribun, ruang ganti pemain, locker room, toilet dan lainnya.

"Pembenahan stadion rampung 13 Januari ini," ucapnya.

Fisik bangunan stadion juga menjadi perhatian. Tribun tertutup atau VIP kini juga sedang dipoles. Stadion terlihat lebih ceria dengan cat warna-warni.

"Seluruh biaya pembenahan stadion dari PT Semen Padang sendiri," tukas Suardi.

Dipolesnya Stadion HAS sebagai tempat dilangsungkannya semifinal PJS disambut baik penggila sepakbola di Padang. Adek mengaku senang ketika mendengar keputusan panitia PJS, Mahaka, menggunakan sistem home and away (tandang dan kandang) di laga semifinal. Itu artinya SPFC menggunakan Stadion HAS sebagai kandang.

"Ini akan mengobati kerinduan kami setelah lama tak menyaksikan langsung SPFC bertanding di depan penontonnya sendiri," ujar lelaki asal Kuranji.

Pendapat serupa diungkapkan Hendra. Menurut lelaki asal Siteba ini, gerak cepat pembenahan stadion HAS menandakan profesionalisme penyelenggara termasuk PT Semen Padang dan Pemerintah Kota Padang.

"Semoga semuanya berjalan baik dan SPFC memetik hasil sempurna di kandangnya sendiri," sebut lelaki pecinta SPFC ini.

Kesiapan stadion HAS sendiri juga telah dicek langsung oleh Dandim 0312 Padang, Kamis lalu. Selain itu, pihak media televisi yang akan menyiarkan pertandingan ini secara langsung, juga telah beberapa kali menyambangi stadion.

"Saat pemantauan, seluruhnya terlihat puas dengan pembenahan yang dilakukan," aku Suardi. (Charlie)

Wako dan Muspida Nonton Bareng Pusamania Borneo FC Vs SPFC

By On January 09, 2016

Wako dan Muspida Nonton Bareng Pusamania Borneo FC Vs SPFC
Wako dan Muspida Nonton Bareng Pusamania Borneo FC Vs SPFC. 
PADANG, AT --- Turnamen sepakbola Piala Jenderal Sudirman (PJS) sudah memasuki partai semifinal. Dari empat tim yang lolos, termasuk salah satunya klub kebanggaan "urang awak", Semen Padang FC (SPFC).

Dalam partai semifinal itu, SPFC bertandang ke kandang Pusamania Borneo FC di Samarinda. Partai first leg ini akan disiarkan langsung salah satu televisi swasta, NET TV, Minggu (10/1).

Partai yang ditunggu-tunggu penggila bola Tanah Air, utamanya pecinta SPFC ini patut disimak. Karena itu, Minggu malam esok Komando Distrik Militer (Kodim) 0312/Padang menggelar nonton bareng (Nobar) pertandingan ini.

Nobar akan digelar di Lapangan RTH Imam Bonjol, Padang. Dipastikan Nobar ini akan dihadiri Walikota Padang bersama jajaran kerjanya termasuk unsur Muspida. "Walikota Padang beserta Muspida akan ikut saksikan laga kedua kesebelasan," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Suardi, di ruang kerjanya, Jumat (10/1).

Menurut Suardi, segala teknis Nobar ini sudah disiapkan Kodim Bukit Barisan. Nobar itu sendiri akan dimulai setelah maghrib. "Berdasarkan informasi dari Dandim, Nobar akan digelar sekitar pukul 18.30 Wib," terangnya.

Sementara itu, untuk leg kedua antara SPFC melawan Pusam Borneo FC, akan dihelat di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (16/1) mendatang. Kesiapan stadion menghelat laga ini sudah dicek langsung oleh Dandim 0312/Padang, Kamis (7/1) kemarin. "Stadion sedang dalam pembenahan, sudah dilihat Dandim. Stadion siap menggelar laga kedua itu nanti," pungkas Suardi. (Charlie)

Akademi PSP Padang Panggil 26 Pemain

By On January 08, 2016

Akademi PSP Padang Panggil 26 Pemain
Wako dan Ketua KONI Kota Padang memperagakan jaket Pusat Pendidikan
Latihan Mahasiswa ( PPLM ) Nasional Indonesia di taman bunga kediaman
Walikota Padang, Jumat (8//1/2016). Foto Rizal Pilano. 
PADANG, AT --- Sebanyak 26 pemain U-11 dipanggil Akademi PSP Padang. Seluruh pemain tersebut merupakan pemain berkelas hasil pantauan pelatih.

Manajer PSP Padang, Agus Suardi membenarkan bahwa akademi telah mendapatkan 26 pemain yang dipanggil untuk bergabung. Ke semua pemain ini hasil pantauan tim talent scouting pada saat digulirnya Piala PSP Padang beberapa waktu lalu. "Duapuluh enam pemain itu berasal dari 9 Sekolah Sepakbola (SSB) yang ada di Padang," ujarnya, Jumat (8/1) kemarin.

Duapuluh enam pemain yang terpantau itu yakni Marchel Fajar Ramadan, Vingky Febriandi (SSB BBC Batuang Taba). M. Zaki Zahdi, Hafiz Dzikra, Rafif Mulia Sevendri, Yuandhika Andriza, Gevil Aprino (SSB Balaibaru). Kemudian, Shadiq Oktarian Adevan, M. Akbar Albani (SSB Persekon). Hafid Widi Mulya, Rachel Mazhe, Fino Raspaty (SSB Putra Wijaya).

Selanjutnya, M. Irfan Al Fajar, Rahmat Iqbal, Reyhan Firdaus (SSB PSTS Tabing). Jivaldo, M. Delon, Adit (SSB Muspan). M. Akbar Daffa, Ghaly Alfarid, Dzaki Haqani, Haykal Maedesta Jonson, Bima Pratama, Hafis Al Yusra (SSB Campus Star). Januardi Rahmad (SSB Taruna Luki), serta Kevin Zaiyan Syafputra (SSB Ripan's).

Agus Suardi menyebut seluruh pemain sudah harus mendaftarkan diri ke Akademi PSP Padang. Mereka diberi tenggat waktu hingga 14 Januari ini. "Seluruh pemain mendaftar langsung ke Sekretariat PSP Padang di GOR H. Agus Salim dengan menghubungi Rian Damara di nomor 082169093322 atau 089666363171," terang lelaki yang akrab disapa Abien ini.

Abien menyebut pemanggilan 26 pemain ini menjadi hak mutlak Akademi PSP Padang. Sebab pada saat Piala PSP Padang lalu seluruh pemain dan pelatih telah berkomitmen untuk memenuhi panggilan Akademi PSP Padang bila terjaring. "Sebenarnya tak ada alasan pelatih SSB untuk menahan atau melarang pemainnya untuk berlatih di akademi PSP Padang. Ini semua untuk kelanjutan karier pemain bersangkutan," paparnya.

PSP Padang sudah menyurati setiap SSB yang pemainnya dipanggil ke akademi. Nantinya setelah dipanggil, mereka akan kembali disaring di akademi. Mereka yang tersaring akan mengikuti sejumlah agenda, seperti Piala Danone (DNC) 2016 dan iven lainnya. (Charlie)

Contact Form

Name

Email *

Message *